Kamis, 19 April 2012

Negara Islam Utopian

1 komentar



Oleh. Rijal M. Mohammadi
Terimakasih sebelumnya penulis ucapkan kepada para pembaca yang setia selalu dalam menunggu tulisan saya yang agak profokatif. Kali ini saya akan membicarakan tentang Negara Islam. Kita ketahui bersama bahwa dalam konteks Negara Islam sudah banyak Negara-negara yang mengatas namakan dirinya sebagai Negara Islam, seperti Iran, Malaysia, dll. Kemudian apa dasar utama untuk diatas namakan suatu Negara sebagai Negara Islam? Sebelum kita membicarakan lebih jauh tentang apa itu Negara Islam, sebaiknya kita pahami Negara itu sendiri.
Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Selain itu, manusia juga merupakan mahluk politik yang mempunyai naluri untuk berkuasa. Oleh karena itu keberadaan sebuah negara sangat diperlukan sebagai tempat berlindung bagi individu, kelompok, dan masyarakat yang lemah dari tindakan individu, kelompok, atau masyarakat maupun penguasa yang kuat (otoriter) karena manusia dengan manusia yang lainnya memiliki sifat seperti serigala (homo homini lupus).
Kata negara sendiri berasal dari bahasa Inggris (STATE), Bahasa belanda (STAAT), Bahasa Perancis(ETAT) yang sebenarnya kesemua kata itu berasal dari Bahasa Latin (STATUS atau STATUM) yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak dan tetap. Dimana makna luas dari kata tersebut juga bisa diartikan sebagai kedudukan persekutuan hidup manusia. 
Jika kita uraikan kedalam pemahaman penulis, sudah dapat ditebak bahwa sebenarnya tujuan dari terbentuknya Negara karena untuk melindungi setiap individu yang lemah diatas golongan-golongan yang mewakilinya. Sebagaimana pemikiran politik John Lock: Manusia memiliki hak hidup, hak bebas dan hak milik. Kemudian muncul pertanyaan, seperti apakah Negara Islam itu? Ada beberapa konsepsi Negara-negara Islam yang ditaawarkan oleh H. Munawir Sjadzali sebagai berikut.
Pendapat pertama menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan lengkap dengan pengaturan bagi segala aspek kehidupan manusia termasuk kehidupan berpolitik dan bernegara. Golongan ini menyatakan bahwa dalam bernegara, umat Islam tidak perlu meniru system ketatanegaraan barat, tetapi sebaliknya hendaknya kembali kepada system ketatanegaraan Islam. Lebih kongkret lagi system ketatanegaraan yang dijadikan sebagai acuan adalah system Negara yang dilaksanakan oleh nabi Muhammadi SAW dan empat Khulafa Al Rasyidin dimasa awal perkembangan Islam.
Pendapat kedua menyatakan bahwa Islam adalah sebagai suatu agama, sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah politik dan kenegaraan. Menurut aliran ini nabi Muhammad SAW, hanyalah seorang Rasul biasa seperti Rasul-Rasul sebelumnya, dengan tugas hanya untuk mengajak manusia kembali kepada kehidupan mulia dan berpekerti baik. Nabi Muhammad SAW, menurut pendapat golongan ini, tidak pernah bertugas dan atau bermaksud untuk mendirikan dan mengepalai suatu Negara.
Pendapat ketiga menyatakan bahwa tidak sependapat dengan pendapat satu dan dua. Namun, aliran ini menyatakan yang diperlukan dalam Negara untuk berIslam hanya bersifat substantive saja, dengan mengarah kepada nilai-nilai Islam dalam Negara tersebut. Menurut mereka Islam merupakan ajaran totalitas tetapi dalam bentuk petunjuk-petunjuk pokok saja. Karena itu menurut mereka, kendatipun dalam Islam tidak terdapat system ketatanegaraan dalam artian teori lengkap, namun disana terdapat sejumlah tata nilai dan etika bagi kehidupan bernegara[1].
Dalam sejarah kita meyakini bersama bahwa bernegara yang dilakukan nabi Muhammad SAW saat hidup di madinah, menggunakan Negara dalam konsep Negara menurut Aristoteles, istilah Polis untuk untuk negara kota (city state) yang berfungsi sebagai tempat tinggal bersama warga negara dengan pemerintahan dan benteng untuk menjaga keamanan dan serangan musuh[2]. Semasa Rasul hidup, beliau tidak pernah meninggalkan sedikitpun tentang konsep Negara Islam itu. Hanya saja saat itu kadaulatan dibawah tangan rakyat dengan keputusan Rasul. Sebelum lebih jauh mengenal tentang Negara Islam tersebut, ada baiknya kita mengetahui bersama macam-macam kedaulatan pada suatu Negara.
Kemudian dalam system kenegaraan, erat kaitannya dengan kedaulatan. Kedaulatan inilah yang menentukan system suatu Negara dikatakan demokrasi, monarki, dsb. Istilah kedaulatan lazimnya dipahami berasal dari terjemahan kata seperti sovereignty, souverainete, sovereigniteit, souvereyn, sperenus, dan lain-lain yang diambil dari bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dan Italia. Semua istilah-istilah itu merujuk kepada pengertian kekuasaan tertinggi dalam atau dari suatu Negara. Menurut Thomas Hobbes kedaulatan merupakan kekuasaan mutlak tidak dapat dibantahkan dan tidak dapat dibagi dan tidak terbatas[3], walaupun banyak pakar yang kemudian tidak setuju dengan teori Hobbes ini.
Kata kedaulatan sebenarnya berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata dala, yadulu, daulatan atau dalam bentuk jamak duwal uang makna awalnya berarti berganti-ganti atau perubahan. Mahmud Yunus selain memberikan makna dasar dari kata duwal ini, seperti berganti atau perubahan juga member arti kerajaan, Negara atau kuasa[4]. Ada bermacam-macam bentuk kedaulatan dalam suatu Negara diantaranya kedaulatan rakyat, kedaulatan hukum, kedaulatan tuhan, kedaulatan Negara, kedaulatan raja, dll.
Melihat dari uraian diatas jika beberapa kelompok fundamentalis Islam yang menginginkan terbentuknya Negara Islam, maka sudah dapat dilihat posisi kedaulatan berada antara kedaulatan tuhan dan kedalautan rakyat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kedaulatan tuhan yaitu kekuasaan tertinggi dimiliki oleh tuhan dan atau ada pada tuhan[5]. Dalam kedaulatan rakyat kekuasaan tertinggi dimiliki oleh rakyat. Teori ini dikembangkan oleh John Locke dan Jean Rousseau. Menurut John Locke kehendak rakyat dalam bentuk kehendak umum menjadi dasar kekuasaan negara[6]. Karena jika kita gabungkan dengan sejarah pemerintahan Islam pada masa Rasul dan Khalifah Ar Rasyidin, sudah terlihat bahwa pada masa itu pemerintahan dilakukan atas dasar perintahan ketuhanan dan pengimplementasiannya berdasarkan persetujuan rakyat madinah saat itu.
Sudahlah kita lupakan sejenak berbagai hal diatas, mari kita mengingat pada fase kehidupan Rasulallah dan empat sahabat yang menjadi Khalifahurrasyidin. Pemililihan pemimpin dalam Negara saat fase Rasul dilakukan dengan cara mufakat, karena saat itu Rasul lah yang menjadi pemimpin agama dan Negara kota. Perjalanan kepemimpinan Rasul dilakukan dengan penuh rasa adil ditengah masyarakat karena Rasul sangat menjunjung tinggi aspirasi rakyat saat itu. Sebagai contoh saat hendak berperang dalam berstrategi Rasulullah berinisiatif memposisikan pasukan perang Islam di depan mata air, akan tetapi saat itu salah seorang sahabat tidak cukup terkenal saat itu tidak setuju dengan konsep beliau dan kemudian mengajukan usul agar pasukan perang Islam berada dibelakang sumber mata air, supaya ketika pasukan lawan bisa memukul telak pasukan perang Islam maka pasukan perang Islam pun saat mundur langkah masih dapat memanfaat sumber mata air tersebut. Saat itu Rasulullah pun menyetujui usul dari seorang sahabat itu. Saat terakhir masa kepemimpinan Rasul dalam Islam dan teruskan oleh empat khalifah menunjukan tidak ada anjuran mutlak untuk membentuk Negara Islam, hal ini dapat ditunjukan dengan pengangkatan pemimpin Islam pasca Rasul seperti Abu Bakar sampai Ali bin Abi Thalib.
Ada seorang pemikir Islam yaitu Fazlurrahman, seorang ulama yang berasal dari Pakistan dan menghabiskan hidupnya diluar negaranya. Dalam mendefinisikan Negara Islam Fazlur Rahman sendiri membagi menjadi dua penjelasan sehubungan dengan Negara Islam. Pertama, pendapat antara apakah ada atau tidak Negara Islam. Maksudnya apakah Islam mengajarkan masalah kenegaraan atau tidak. Dalam hal ini telah terpecah kepada tiga pendapat seperti yang telah disinggung sebelumnya yaitu ada yang berpendapat tegas ada, ada yang berpendapat tidak ada dan ada yang berpendapat tidak diajarkan secara tuntas dan totalitas seperti memberi beberapa nilai dan etika bernegara. Kedua, yang berpendapat adanya Negara Islam, baik itu yang berpendapat Islam sebagai agama dan Negara, muapun Negara Islam itu harus ada walaupun bukan merupakan sebuah perintah dalam Islam, akan tetapi lebih merupakan keharusan demi menjaga dalam pengembangan dan pelestarian agama.
Ian Adam dalam bukunya “Political Ideology Today” menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW (670-732) adalah pendiri Negara Islam pertama. Ia terjun langsung mempin ekspansi wilayahnya. Muhammad adalah pemimpin agama, panglima militer, sekaligus pemimpin politik. Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ini sangat berbeda dengan gaya kepemimpinan pendiri agama Kristen. Yesus bukanlah seorang pemimpin politik, apalagi seorang pemimpin militer. Yesus tidak pernah member petunjuk tentang masalahh-masalah politik selain perintah untuk “menyerahkan pada kaisar urusan kaisar dan menyerahkan pada tuhan urusan tuhan”. Perintah ini menyiratkan pemisahan secara tegas antara Negara dan agama.
Tetapi kemudian jika kita tarik kejaman sekarang ini, banyak sekali kelompok-kelompok yang mengatas namakan dirinya sebagai kelompok Islam yang tak luput dari rasa kepentingan dalam berkehidupan. Kedaulatan rakyat yang diuraikan diatas jika mampu gabungkan dengan kedaulatan ketuhanan maka akan terbentuknya dinasti-dinasti dalam dunia Islam. Sebab apa? Melihat dari kondisi kekinian didunia Islam, telah terbagi banyak kelompok Islam yang memiliki dasar ideology berbeda. Seperti dalam contoh makro kita sebut kelompok Islam Sunni dan Syiah. Dari contoh itu kita dapat melihat bersama banyak sekali kontrofersi tentang konflik keduanya, belum lagi kasus kongkrit dalam masalah kedua kelompok itu terdapat di Negara Syuriah. Pembantaian yang dilakukan Syi’ah terhadao Sunni menunjukan “struggle of power”. Tidak bisa penulis bayangkan jika nanti dunia Islam di satukan dan terbentuknya system khalifah, maka akankah terjadi konflik pertumpahan darah antar kelompok Islam.
Tetapi Syafii Ma’arif dalam bukunya “Islam dan masalah kenegaraan” bahwa al-Qur’an tidak pernah menyebut-nyebut Negara Islam. Hal yang sama juga dikemukakan oleh Nurkholis Majid. Dengan menurunkan sejumlah tulisan (A. Syafii Ma’arif, Amien Rais, Mr. Mohd. Room dan surat-suratnya sendiri kepada Mr. Mohd. Room) dia telah berkesimpulan bahwa tidak ada Negara Islam. Memang kita ketahui bersama bahwa tokoh-tokoh tersebut memiliki banyak kasus yang kontroversi dalam masalah yang terkait dengan dunia Islam khususnya di Indonesia.
Dalam pandangan kelompok –kelompok fundamentalisme, Nabi Muhammad SAW dan para khalifah dipandang berhasil memposisikan hubungan antara agama dan politik dalam keseimbangan yang sempurna. Prestasi yang luar biasa. Kemudian jika kita melihat Islam pasca Khalifa sangat berbanding terbalik. Hal itu ditunjukan dengan perbedaan system yang diberlakukan pada masa itu. Pada masa bani Umayah dan bani Abasyiah cenderung bersikap monarki dan otoriter dalam memerintah Islam saat itu. Maka dari itu dari banyak tokoh intelektual muslim menakutkan terjadinya kembali kemonarkian dalam hidup berIslam, walau dalam hal ini perlu kita koreksi bersama bahwa keterputusan sejarah yang membuat kita enggan dalam melakukan segala hal.
Jika kita pahami bersama bahwa suatu Negara yang menganut system yang monarki dan kecenderungan otoriter. Maka akan mengalami banyak pemberoktan dalam Negara tersebut. Seperti yang Indonesia alami tahun 1959-1966 dalam system demokrasi terpimpin dalam keputusan presiden dengan ketetapan presiden seumur hidup oleh Soekarno. Soekarno yang cenderung saat itu lebih otoriter, menerima banyak pemberontakan seperti tragedy pemboman hotel Cikini yang dilakukan oleh 10 orang.
Dewasa ini diIndonesia sendiri banyak yang mengatas namakan kelompok-kelompok dengan nama lascar jihad sebagai sayap gerakan, dari Forum Komunikasi Ahlus Sunnah Wal- Jama’ah (FKAW), Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Dua nama terakhir adalah organisasi gerakan Islam aktif yang sangat konsisten memperjuangkan penerapan syariat Islam dalam system pemerintahan Indonesia. Walaupun terdapat kesamaan ide diantara mereka, tetapi pelaksanaannya dilapangan dilakukan dengan metode atau strategi yang berbeda-beda. Terjadinya perbedaan strategi itu, mungkin dipengaruhi oleh perbedaan kerakter dari masing-masing gerakan Islam tersebut.
Secara historis, ide tentang perkawinan antara agama dan Negara dengan tujuan terbentuknya sebuah Negara Indonesia yang berjalan di atas dasar syari’at Islam bukanlah suatu isu baru dalam sejarah politik Indonesia pasca kemerdekaan. Misalnya beberapa bulan sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, khususnya dalam pertemuan-pertemuan Badan Penyelidik Usaha Kemerdekaan Indonesia(BPUPKI), itu tersebut tekah mulai bergulir.
Kemudian sejak tahun 1945 sampai dengan tahun 1959 diidentifikasi beberapa strategi dan model perjuangan dilakukan oleh elemen politik Islam pada periode tersebut antara lain: Pertama, mendirikan partai politik sebagai basis gerakan politik didalam parlemen (gerakan politik intra-parlementer), seperti misalnya dengan berdirinya partai Masyumi. Kedua, mendirikan organisasi-organisasi massa sebagai alat perjuangan politik diluar parlemen (gerakan politik ekstra-parlementer), misalnya dengan berdirinya PERSIS pimpinan A. Hassan. Ketiga, melakukan perlawanan bersenjata (pemberoktakan) di daerah-daerah yang melibatkan unsur DI/TII dan unsur-unsur sejenis pada berbagai daerah[7].
Dalam realitanya Indonesia merupakan Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam tidak bisa berbuat apa-apa tentang kesekuleran hukum Indonesia, yang kemudian hanya mampu sebagai hiasan dalam rumah sendiri. Tetapi jika dicermati bersama hukum yang terdapat di Indonesia lebih bersifat sekuler dengan nilai Islam didalamnya. Jadi setujukah jika saya katakan bahwa Indonesia dalam kajian Negara Islam menurut H. Munawir Sjadzali masuk dalam karakter ketiga dalam pemaparannya diatas.

Diterbitkan Pada Kamis, 19 April 2012


[1] H. Munawir Sjadzari, Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran, (Jakarta: UI-Press,1990), hal 1-2.
[3] Thomas Hobbes, Leviathan, diedit oleh Richard Turk (Vivtoria, Australia: Cambridge University Press, 1992), hal. 127.
[4] H. Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Penafsiran Al-Qur’an, 1989), hal. 132.
[5] M. Hasbi Amiruddin, Konsep Negara Islam Menurut Fazlur Rahman (UII Press, Yogyakarta: 2000)
[6] J. Locke, Two Treatises of Government, (New York: Hafner Press A. Division of Macmillan Publishing Co., Inc, 1947)
[7] Dapat dikatakan bahwa strategi politik Islam yang ketiga ini lebih bersifat konflik vertical antara pemimpin Islam di daerah dengan pemimpin Indonesia di Jakarta. Pemberontakan-pemberontakan tersebut tidak muncul sebagai bentuk kesadaran teologis-politis pemimpin dan pendukungnya, melainkan sebagai bentuk kekecewaan para pemimpin militer di daerah atas kebijakan pemerintah pusat dalam melakukan restrukturisasi di tubuh militer/TNI.

Read more ►

Sabtu, 14 April 2012

Antara Poenix dan Matahari

1 komentar




Oleh. Rijal A. Mohammadi
Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari,bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix, yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah tiga kali. Namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari, tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari. Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut Kasih, yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari. Agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari? 
Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut. Ini disebut dengan Pengorbanan menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang tinggi, jauh ke langit bahkan di atas matahari. Pria tetap selalu jadi matahari agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Diterbitkan Pada Sabtu, 14 April 2012
Read more ►

Cinta (Cerita Indah Namun Tanpa Arti)

0 komentar




Detak jantung terus berlantun langkah kaki tetap terpadu. dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam kan terwujud cita-cita yang tinggi kan tergapai dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan itulah arti dari mencintai diri sendiri. jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada di sisi kita. Tuhan memberikan kita 2 buah kaki untuk berjalan 2 tangan untuk memegang 2 telinga untuk mendengar dan 2 mata untuk melihat tetapi mengapa Tuhan hanya menganugrahkan sekeping hati kepada kita ? karena, Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya, itulah cinta... jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi jika kita masih tidak dapat melupakan cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah dihianati kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan jangan sampai kita menyimpan kata-kata cinta kepada orang yang tersayang hingga dia meninggal duniadan akhirnya kita terpaksa mencatat kata-kata cinta itu pada pusarannya sebaiknya ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita,sekarang, selagi ada hayatnya mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut cinta dapat mengubah pahit menjadi manis debu menjadi emas keruh menjadi bening sakit menjadi sembuh penjara menjadi telaga derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu kepadanya seandainya kita ingin dicintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah, kadang kala kita mencium harum mawar tersebut tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita hanya untuk menemukan bahwa pada ahirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati sehingga kita kehilangannya pada saat itu tiada guna penyesalan karna perginya tanpa berkata lagi cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya kisah silam tidak perlu diungkit lagi sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati hati-hati dengan cinta karna cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit orang gemuk menjadi kurus orang normal menjadi gila orang kaya menjadi miskin raja menjadi budak jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya cinta kepada harta artinya bakhil cinta kepada perempuan artinya alam cinta kepada diri sendiri artinya bijaksana cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya taqwa lemparkanlah seseorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut,pasti ia akan membawa seekor ikan lemparkanlah pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti,pasti ia akan mati kelaparan seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar caman yang bergemerincing cinta adalah keabadian dan kenangan adalah hal yang terindah dalam cinta yang pernah dimiliki siapapun pandai menghayati cinta tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah sesuatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata sebaliknya, cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan cinta mampu melunakkan besi menghancurkan batu membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin itulah dasarnya cinta cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya seperti gambaran yang kita inginkan jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri kita sendiri yang kita temukan dari dalam dirinya kita tidak akan pernah tau bila kita akan jatuh cinta namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya cinta bukanlah kata yang murah dan lumrah tetapi cinta adalah anugrah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat melihat dan menilai kesuciannya bercinta memang mudah untuk dicintai juga memang mudah tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya cinta itu seperti kupu-kupu tambah dikejar tambah lari tapi kalau dibiarkan terbang dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya jadi janganlah terburu-buru dan pilih yang terbaik cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri jangan pernah bilang i love you kalau kita tidak pernah peduli jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu untuk menghancurkan hatinya jangan pernah menatap matanya kalau semua yang dilakukan  kita hanya untuk berbohong hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalahmembiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya cinta bukan 'ini salah kamu!' tapi 'maafkan aku' bukan 'kamu di mana sih?' tapi 'aku di sini' bukan 'gimana sih kamu' tapi 'aku ngerti kok' bukan 'coba kamu gak kayak gini' tapi 'aku cinta kamu seperti kamu apa adanya' probalitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama tapi apakah selama kita bersama kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yg berkualitas ? kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan yang berat bukan bagaimana cara mengulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana cara belajar darinya cara jatuh cinta, jatuh tapi jangan terhuyung-huyung konsisten, tapi jangan memaksa berbagi dan jangan bersikap tidak adil mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut sedih, tapi jangan pernah simpan kesedihan itu memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita cinta akan menyakitkan ketika kita  berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan
Read more ►

Selasa, 10 April 2012

Negaraku, Negara Tertindas

1 komentar

Oleh. Rijal Alam Muhammadi (IMM Komisariat FISIPOL 2010)
Keheforiaan Indonesia pasca kemerdekaan masih terasa sampai saat ini. Hal ini banyak dibuktikan dengan berbagai gejala yang timbul olehnya. Mulai tahun 1946, tahun 1950, tahun 1998 sampai dengan tahun 2012 ini. Kita tak terlepas dari yang namanya sejarah, sejarah dunia adalah sejarah pemerasan, apakah tanpa pemerasan sejarah tak ada? apakah tanpa kesedihan dan penghianatan sejarah tak akan lahir. seolah-olah jika kita membagi sejarah yang dijumpai hanyalah penghianatan diatas ruang dan waktu kita hidup diatasnya[1].
Indonesia yang terlahir dari gagasan seorang pemikir muda pada zamannya yaitu Tan Malaka Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897[2]. Walaupun banyak yang menafsirkan, istilah Indonesia digunakan oleh orang Inggris bemama Maxwell pada tahun 1862 dalam karangannya berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) dalam hubungannya dengan ilmu bumi. Istilah Indonesia semakin populer ketika seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan istilah Indonesia pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi[3]. Tapi sudahlah, kita tidak akan membicarakan sejarah nama Indonesia dalam dewasa ini. Kita akan berbicara dalam perjuangan yang sia-sia dalam menanggapi kemerdekaan tahun 45 lalu.
Tentu kita masih ingat bersama saat menduduki sekolah menengah pertama tentang sejarah kemerdekaan Negara Indonesia. Tetapi pernahkah kita berfikir semuanya itu hanyalah penghianatan sejarah? Mari bersama kita kupas itu secara mendasar.
Lebih dari 2 negara asing yang pernah menguasai bangsa Indonesia. Belanda, Inggris dan Jepang. Negara-negara tak bertanggungjawab itulah yang merampas moral bangsa ini. Tetapi kadang kala kita patut bersyukur dengan mereka, mengapa? Karena dengan hadirnya mereka tanpa kita sadari Negara Indonesia nampak dan mampu diakui Negara-negara lain. Walaupun perjalanannya sangat panjang.
Indonesia berdiri pada tahun 1945 berada ditengah pergolakan perang dunia II. Perjuangan yang dilakukan tak ayal membuat Indonesia bimbang dan memutuskan tidak akan memihak blok manapun. Kemudian Indonesia berinisiatif  bersama-sama Negara dunia III mendirikan organisasi non blok. Organisasi yang tak mendukung keranah manapun. Kekuatan Indonesia menarik perhatian Negara-negara besar yang berkuasa pada saat itu antara Uni Sovyet dan Amerika Serikat (AS). Hal ini ditunjukan dengan datangnya bantuan senjata sebanyak 160 ribu pucuk senjata api laras panjang saat perlawanan terhadap Jepang oleh Uni Sovyet. Indonesia yang saat itu membutuhkan, menerima dengan senang hati bantuan tersebut tanpa maksud apapun.
Indonesia pada awal tahun 1950 sampai akhir 1960 adalah Negara yang terjebak diantara perang dingin. Apakah Indonesia dibawah pimpinan Presiden seumur hidup Soekarno mampu melewati itu semua dan tetap konsisten dengan misi non bloknya? Tetapi keekomunisan yang digambarkan oleh Soekarno tidak dapat ditutupi dengan mudah. Kedekatan Soekarno dengan pentolan PKI saat itu terasa dekat dan mampu dinikmati banyak orang. Kejelian seorang dictator tua tidak mampu ada yang mengalahkan, sehingga keresahan ditahun itu banyak yang merasa tak lepas dari steck holder Negara sekalipun. Ini dibuktikan dengan terbentuknya aliansi dewan jenderal (Ahmad Yani, Raden Suprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Siswondo Parman, Donald Isaac Panjaitan dan Sutoyo Siswomiharjo) untuk membendung sebuah kekuatan penangkis Soekarno. Tapi semua itu sia-sia, siasat yang dilakukan Soekarno lebih canggih. Soekarno menggunakan PKI dengan berpakaian cakrabiwara untuk meluluh lantahkan impian dewan jenderal dengan tragedia yang kita kenal dengan G30 S.
Pelu kita ketahui bersama bahwa tragedy pembantaian dewan jenderal itu dijadikan alat untuk CIA yang di gawangi oleh AS untuk masuk dalam pengotak atikan system Negara Indonesia. Cakrabiwara yang diperintah Soekarno dalam misi pembantaian ternyata tidak lepas dari pengaruh CIA dengan agen khususnya yaitu Soeharto. Ada keambiguan misi yang dapat kita lihat disini, perintah yang dilakukan Soekarno bukan untuk membantai dewan jenderal akan tetapi hanya mengamankan saja. Karena pengamanan ini bentuk ultimatum dari Soekarno untuk mereka. Kemudian misi itu dibelokan oleh CIA dan Soeharto. Ini ditunjukan dengan kedekatan Letkol. Untung terhadap Soeharto pada saat itu yang memimpin pembantaian.
Tahun 1950an inilah gerbang awal penjajahan model baru dimulai, pembukaan gerbang untuk AS terbuka lebar, yang kemudian dapat kita bagi Indonesia menjadi dua (musim), musim jaya bertempur (atau musim jaya berjuang) dan musim runtuh berdiplomasi. Dalam hal ini pembaca hendak menafsirkan yang mana keberadaan Indonesia saat ini.
Lengsernya Soekarno merupakan sebuah pertanyaan yang sampai saat ini belum ada titik temu yang jelas. Banyak yang menafsirkan perpindahan jabatan itu dikarenakan pengkudetaan yang dilakukan Soeharto terhadap Soekarno melalui tragedy supersemar. Ini menjadi pukulan yang keras bagi Soekarno, karena mengingat Soekarno dalam ketetapannya menyatakan dirinya sebagai Presiden seumur hidup. Tetapi sudahlah, ini hanya sebatas intermezzo yang dilakukan penulis dalam karyanya ini. Yang perlu diperhatikan pembaca adalah setelah lengsernya Soekarno dari kepresidenan maka ini merupakan makanan empuk bagi AS untuk menguasai pemerintahan Indonesia.
Soeharto merupakan tokoh yang berpengaruh dalam sejarah kehidupan Indonesia mulai dari kemerdekaan sampai saat ini. Soeharto menjabat sebagai presiden lebih dari 30 tahun. Memang tak mudah lepas dari peribahasa “semakin berkuasa semakin menjadi”. Awal pemerintahan yang dilakukan Soeharto begitu baik dan toleran terhadap rakyat Indonesia untuk semua kalangan. Kemudian kebaikan itu hanya bersifat sementara dan sama seperti Soekarno sebelumnya, Soeharto bersifat  otoroter dengan menggunakan kekuatan militer untuk memimpin Negara Indonesia ini. Sehingga pada zamannya muncul berbagai macam istilah yang membolehkan militer untuk berpolitik. Hal ini sangat bertentangan dengan hukum yang tidak memperbolehkan militer dalam ranah politik.
Singkat cerita untuk Soekarno, karena terlalu lama penulis menguraikan tragedy apa saja yang ada pada jaman itu. Hanya yang penulis ingat meraknya penculikan rakyat meliputi terpelajar dan biasa yang hendak mengkritik pemerintahan Soeharto. Tetapi dipenghujung kediktatorannya dalam memimpin Soeharto dapat dilenserkan dengan pengkudetaan yang dilakukan oleh masa aksi yang tergolong dari kaum terpelajar dan rakyat biasa pada tahun 1998 tepatnya 11 mei. Pengkudetaan Soeharto ini didalangi oleh seorang pemuda sebut saja Amien Rais laki-laki kelahiran Solo, Jawa Tengah, 26 April 1944. Dengan pengangkatan isu dalam bentuk reformasi pemerintahan Indonesia. Tragedy 11 mei 1998 banyak yang bilang sebagai tragedy pembebasan terhadap suatu rezim pengekangan dan ditandai dengan banyaknya korban yang berjatuhan dari kalangan pelajar, sebut saja 3 mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta.
Bermacam-macam tragedy kita lalu dibumi pertiwi ini, tetapi kita sampai saat ini belum dapat mengambil pelajarannya. Bahkan berbagai bentuk tiran dan rezimpun kita lalu, tetapi kita juga belum mampu pula untuk mengambil pelajaran. Sampai kapan kita banyak mempelajari sejarah Negara ini, jika kita hanya bisa dibodohi oleh sejarah sendiri. Terkadang benar jika sejarah itu hanya sebuah penghanatan semata. Penghianatan yang kepadanya kita selalu dibodohi dan tanpa merasa. Atau mungkin proklamasi 17 agustus itu kita hanya melakukan kemerdekaan 100% yang sekarang telah merosot kebawah 10% itu?
Seperti udara bagi paru-paru untuk bernapas, demikianlah tekad ingin menang itu adalah syarat bagi seorang prajurit untuk berperang. Ataukah kita pantas menggunakan slogan militer “satu hilang, kedua terbilang; namanya anak laki-laki”.[4] Sadarkah kita terlelap dalam pangkuan ibu pertiwi, yang membawa si Yanto klimaks dalam mimpi basahnya. Sampai kapan kita terus begini? Berapa putra putri bangsa ini yang terbuang dan diakui bangsa lain seperti Putra Seorang BJ Habiebie?
Terlalu banyak kawan pembaca, keburukan yang ada di Indonesia ini. Penulis mengajak dalam hal ini marilah kita bersama-sama mengaca Negara kita untuk kemudian memperbaikinya. Walaupun jalan yang ditempuh sesulit Tan Malaka, sesulit Soe Hok Gie, dan sesulit tokoh-tokoh pembaharu lainnya. Penulis teringat ketika Tan Malaka merisaukan makin menciutnya wilayah Republik Indonesia dengan berdirinya berbagai Negara boneka bentukan Belanda. Kaum kapitalis, kolonialis dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan Republik Indonesia. Karenanya, Tan Malaka tidak mengenal kompromi dengan kekuatan kolonialisme dan imperialism. Ia tidak menyetujui perundingan dengan lawan. Ia menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat[5]. Terlepas itu Murba ataupun yang lainnya.
Ataukah kebesaran idealisme seorang Soe Hok Gie dalam melihat fenomena saat itu, dengan memposisikan dirinya sebagai seorang terpelajar dengan jabatannya seorang dosen. Kritik-kritik tajam yang dilontarkan dalam setiap penulisan dan puisinya tidak membuatnya gentar oleh tiran yang ada.
Sebentar kita lihat dari sisi agama atau kepercayaan  rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam atau agama-agama lainnya seperti Konhucu, Kristen, Hindu, Budha, dll. Berpengaruhkah dengan kemajuan Indonesia dalam dewasa ini? Bukankah semua agama mengajarkan umatnya kepada kebaikan? Bagaimana implementasinya terhadap Indonesia?
Mari jawab satu persatu pertanyaan diatas, karena jika tidak kita jawab akan menjadi PR besar yang tak terpecahkan. Pembahasan yang dilakukan penulis akan mendahulukan dari sisi agama Islam. Dewasa ini, Indonesia telah memiliki banyak organisasi kemasyarakatan (ormas), baik yang kecil maupun yang besar. Sebut saja seperti NU, Muhammadiyah, Persis, FPI dll. Berdasarkan survey yang dilakukan penulis lewat via internet menyatakan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam yang ada di Indonesia merujuk kepada kebaikan dalam menghadapi kehidupan. Bahkan dari 2 ormas yang ada seperti Muhammadiyah dan NU ikut dalam mempertahankan kedaulatan republic Indonesia pada tahun 1945an, merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia saat itu. Salah satu bentuk konkrit dalam hal ini ialah  peran salah satu pimpinan Muhammadiyah dalam decade 1942-1953 seperti Ki Bagus Hadikusumo yang menggagas sila Ketuhanan yang Maha Esa guna mengganti 7 kata dari Piagam Jakarta yang ditolak oleh kalangan non-muslim. Atau mungkin jika kita sebut kader terpilih NU kiprahnya dalam keIndonesiaan ini, seperti Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiaden Republik Indonesia. Sebut saja dalam otak kita siapa saja tokoh ormas yang berpengaruh dalam keIndonesiaan sejak awal kemerdekaan sampai sekarang.
Sepertinya yang kita bicarakan nonshen atau omong kososng jika kita menganggap ormas Islam dapat ikut andil untuk mempertahankan kedaulatan republic Indonesia. Atau mungkin kekonsistenan ormas tertentu yang tidak mau mengikut sertakan diri dalam dunia perpolitikan. Kemudian muncul pertanyaan jika, apakah semua perbaikan Indonesia itu hanya bisa dilakukan pada aspek politik saja? Bukankah semua itu kembali kepada personality nya.
Dari berbagai uraian yang ditulis diatas, walaupun kepesimisan yang kita hadapi. Tetapi penulis dalam hal ini yakin bahwa kita semua kaum muda bisa mengarahkan Indonesia menjadi yang lebih baik. Mewujudkan kemerdekaan rakyat Indonesia baru tercapai bila kemerdekaan politik 100% berada di tangan rakyat Indonesia[6]. Kaum muda yang nantinya akan selalu dibanggakan bangsa ini dalam semua kiprahnya untuk Indonesia yang berkemajuan. kita generasi baru di tugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Kita akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor koruptor tua, kitalah generasi yang memakmurkan Indonesia[7].
Pembukaan jendela cakra wakala yang kita butuhkan sekarang. Mencari wawasan diluar kelas perkuliahan dengan pintar untuk membaca, buku maupun kondisi. Baca buku itu untuk dipahami kemudian di kritisi dan diskusikan bersama. Memang sekarang ini kita selaku penikmat hany bisa di pelajari tapi tidak bisa dilakukan pertanggungjawabannya tentang keafsahannya. Mungkin Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan, apakah tanpa pemerasan sejarah tak ada? apakah tanpa kesedihan dan penghianatan sejarah tak akan lahir. seolah-olah jika kita membagi sejarah yang dijumpai hanyalah penghianatan diatas ruang dan waktu kita hidup diatasnya[8].
Terima kasih telah membaca artikel saya… Rijal Alam Mohammadi



[1] Catatan seorang Demonstran, Soe Hok Gie.
[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Tan_Malaka
[3] http://syadiashare.com/asal-mula-nama-indonesia.html
[4] GERPOLEK. Tan Malak
[5] Ibid.
[6] GERPOLEK, Tan Malaka.
[7] Seo Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran
[8] Film Soe Hok Gie
Read more ►

Rabu, 04 April 2012

BONEKA ITU MAHASISWA

0 komentar

Oleh. Rijal A. Mohammadi

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya.. kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Dewasa ini kalian telah dininabobokan dengan kisah-kisah yang kerap kalian sebut pahlawan nasional seperti Imam Bonjol, Diponegoro, Sultan Hasanuddin dsb. Mereka jaya pada masanya, dengan perjuangan mengatas namakan pembebasan dari system imperialism yang mereka rasakan. Entah kenapa kalian kerap menyebut mereka pahlawan nasional, bukankah mereka ada sebelum  Negara Indonesia ini ada. Bagaimana kalau kalian sebut mereka sebagai pahlawan bangsa? Sehingga kalian hanya bisa merasa bangga atas jasa-jasa yang mereka lakukan, tanpa mengambil hikmah darinya. Bagaimana tidak?  Indonesia saat ini memiliki 139 perguruan tinggi belum mampu membuat system pengajaran yang menyadarkan para mahasiswanya akan tugas sebenarnya.
Saat ini kalian hanya pantas dikatakan sebagai kerbau-kerbau muda yang dicoblos hidungnya yang kemudian patuh terhadap apa yang ada didepan kalian. Tanpa menyadari tentang apa itu arti kepekaan social. Pelarajan yang didapatkan dikelas hanya sebagai penopang nilai-nilai kotor. Ironis sekali ketika kaum muda yang diinginkan bangsa ini sebagai agen perubahan hanya bisa menjadi boneka-boneka pelican korporat-korporat bangsat. Kesaksian ini perlu dipertanggungjawabkan, sebut saja salah satu mahasiswa fakultas Ilmu Sosial Politik berinisial “N” beralasan masuk jurusan ini karena sebagai jembatan masuk perusahaan MNC (multy national corporation). Apa yang dapat dibanggakan ketika kita dapat masuk disana? Gajih melimpah? Jabatan yang tinggi? Senang melihat rakyat kecil melarat. Memang kesenangan ini tidak dilambangkan secara langsung tapi perbuatan itu yang mencerminkannya. Usaha-usaha kecil tidak laku dan kalah saing. Sadar atau tidak, undang-undang yang dibuat dan dirumuskan DPR RI memiliki konsultas yang berasal dari warga Negara asing. Seakan undang-undang dibuat untuk kepentingan mereka dan kalian tidak sadar itu atau mungkin membiarkan saja?
Pertama yang penulis lakukan untuk hal ini menyadarkan bagaimana kesalahan ini awet sekali, bagai getah yang menempel dibaju. Ada yang mengatakan lebih dari 300 tahun Indonesia sebelum menjadi Negara telah dijajah Belanda, lewat organisasi yang mereka bawa dengan dalih kerjasama bidang ekonomi yaitu VOC. Mungkin ketika duduk di kelas Sekolah Menengah Pertama kita telah mengetahui bersama apa itu VOC?Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam Negara. Ketika de Houtmanbersaudara tahun 1596 pertama kali tiba di Banten, mereka disambut dengan sangat ramah, demikian juga dengan para pedagang lain, yang setelah itu makin banyak datang ke Jawa, Sumatera dan Maluku.
Tapi sudahlah, saya hanya ingin kalian mengetahui bersama bahwa waktu 300 tahun tidak dikatakan cepat. Waktu lama itu membuat kita paranoid dengan semua hal. Belanda tidak hanya menjarah kekayaan alam Indonesia akan tetapi menjarah mental-mental rakyat pada saat itu sehingga kalian rasakan efeknya sampai saat ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa stasiun televisi menayangkan program-program bule, bukan bulenya yang akan dijadikan sorotan, akan tetapi dalam program tersebut.  Mengapa kalian merasa geli sehingga tertarik melihat bule berjualan bakso, soto atau bahkan menjadi kernek metromini. Kemudian muncul pertanyaan, mengapa seorang bule tidak biasanya mengenakan jabatan seperti itu? Bule identik dengan jas rapi kah? Sepatu pantofel kah?
Sadar atau tidak, kalian sebagai bangsa Indonesia dalam hal ini sudah tertikde dengan yang dinamakan symbol. Ya… symbol dengan jabatan yang ada, symbol dengan seragam yang ia kenakan, begitupun dengan symbol-simbol yang lain. Kalian sebagai kaum terpelajar dengan mudahnya dapat dibodohi dengan bayang-bayang itu.  Bayang-bayang yang selalu merasa gagah didepan lawan jenis. Coba kita gabungkan bersama antara contoh dari mahasiswa yang bangga bekerja di salah satu perusahaan MNC dengan penjelasan saya tentang symbol. Sadar atau tidak, kalian yang mengaku kaum terpelajar dengan memperoleh IP tinggi hanya menjadi korban penjajahan Belanda yang efeknya terasa sampai saat ini.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan perguruan tinggi urutan 16 terbaik seIndonesia belum mampu menjadikan mahasiswanya sebagai mahasiswa yang mempunyai militansi tinggi. Apakah hal ini dikarenakan kehuforiaan seperti yang saya jelaskan sebelumnya? Mahasiswa yang bangga ketika mempunyai pasangan cantik atau tampan, mahasiswa yang ketika males kuliah mengandalkan teman untuk absen, atau mungkin mahasiswa yang bangga memiliki nilai bagus saat ujian dengan hasil mencontek? Penyakit itu yang selalu mengakar dipikiran kalian sebagai manusia. Yang nantinya hanya mampu menjadi penerus generasi-generasi tua pengacau yang pantas ditembak mati dilapangan banteng. Sekali lagi lis, IRONIS sekali. Generasi ini kah yang nantinya menjadi pelangsungdan penyempurna amal usahaMuhammadiyah? Tentu tidak.
Pihak pengajaran seharusnya mensiasati bagaimana fenomena yang terjadi seharusnya tidak terjadi. Penulis hanya mampu menyadarkan kepada semua elemen universitas bahwa penyakit ini sudah kronis. Disamping itu realita yang ditunjukan belum mampu mengangkat alis kita untuk berfikir. Fenomena selanjutnya ketika mahasiswa di mintai argument tentang demonstrasi. Banyak sekali yang menyatakan tidak setuju, karena mereka beranggapan demonstrasi hanya dapat membuat jalan macet, hanya mampu merusak fasilitas umum, hanya mampu berbuat anarkis dijalanan dll. Stetmen seperti itulah yang seharusnya kita benahi bersama bahwa sebelum membahas lebih lanjut kasus ini, mari kita bersama-sama memahami tugas mahasiswa sebenarnya. Sebut saja Prof. Amien Rais dalam perbincangannya di program Kick Andy menyatakan bahwa“tugas mahasiswa itu cumin dua. Pertama, demonstrasi dan kedua, belajar”. Adapun seorang guru bangsa yaitu Prof. Syafe’i Ma’arif dalam perbincangannya diforum diskusi public yang diadakan Majelis Perdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah dengan tema “Menata Ulang Indonesia” menyebutkan bahwa, “penyakit yang dialami negeri ini sudah kronis, maka geraklah mahasiswa”. Atau mungkin dapat kita ambil perkataan seorang aktivis era tahun 50an yaitu Soe Hok Gie dalam catatan hidupnya, ”kita generasi baru di tugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Kita akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor koruptor tua, kitalah generasi yang memakmurkan Indonesia”.
Terus apa lagi yang ada dibenak kalian semua tentang ini, berdiam dirikah? Sampai kapan Negara kita ini dibodohi oleh Negara asing? Sadarkah kalian generasi muda? Kita generasi muda terbuang. Kita disibukan dengan 75% absensi kelas, kita disibukan dengan menghapal teori-toeri politik kuno, bahkan kita disibukan dengan fatwa akan haramnya rokok. Kalian tahu semua? Itu hanya pembodohan system kawan. Mari bangkit!!!
Kalian tahu, mulai dari penjajahan sampai sekarang ini Negara ini hanya dijadikan boneka oleh Negara-negara besar seperti Uni Sovyet dan Amerika Serikat. Pemberontakan tanggal 30 September yang lebih dikenal G 30S atau aksi GESTAPU. Mengorbankan 6 Jenderal yang tergabung dalam dewan Jenderal (Ahmad Yani, Raden Suprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Siswondo Parman, Donald Isaac Panjaitan dan SutoyoSiswomiharjo) dalam penculikan yang didalangi oleh Soekarno dan PKI. Penculikan itu sebenarnya hanya sebatas pengamanan untuk mengumpulkan ke-6 Jenderal itu, akan tetapi Cakrabirawa yang didalangi PKI itu tak sepenuhnya bersih dan ternyata CIA dalang dari semuanya. Hal ini dilakukan karena Soekarno mengetahui sebelumnya bahwa Dewan Jenderal itu telah menyusun strategi untuk menjatuhkan Soekarno yang dilihat saat itu Soekarno lebih dekat dengan Aidit sebagai pentolan PKI. Kecenderungan PKI ini lebih dekat terhadap pihak Uni Sovyet dan inilah yang ditakuti Amerika Serikat. Memang saat itu Indonesia merupakan korban dari Perang Dingin, Amerika Serikat sendiri dihantui rasa takut jika Indonesia jatuh ditangan Uni Sovyet dan akan menimbulkan Perang Dunia III. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Uni Sovyet saat itu Mikhail Gorbachev, “Indonesia kelak akan menjadi penguasa dunia”. Ketakutan seperti itu yang mendorong Amerika menugaskan CIA untuk mengirimkan agen ke Indonesia dalam pemberontakannya melawan rezim Soekarno yang saat itu membelok ke Uni Sovyet.
Kemudian ditahun 2005 kita dihebohkan dengan isu flu burung yang menjadi musuh bersama saat itu didunia Internasional yang kemudian telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2003. Ini merupakan konspirasi yang dilakukan Amerika Serikat untuk menjadikan Negara-negara bonekanya sebagai bahan praktek termasuk Indonesia. Indonesia saat itu merupakan Negara yang terdapat laboratorium milik Amerika Serikat yang bernama NAMRU-2 (United States NavalMedical Research Unit 2). Loboratorium ini telah ada di Indonesia tanpa surat izin selama lebih 40 tahun untuk riset penyakit. Perseteruan ini terjadi ketika Amerika Serikat meminta hasil riset terkait flu burung atau H5N1 dari Indonesia, akan tetapi Menteri Kesehatan saat itu Siti Fadhila Supari menolak untuk mengirimkannya dan ia mengirim ke badan riset Prancis. Yang kemudian selang beberapa tahun ketika resafel cabinet Siti Fadhila Supari diganti dengan Endang yang mana ia merupakan salah satu peneliti laboratorium MANRU-2. Konspirasi yang dilakukan Amerika Serikat dalam hal ini merupakan pengambilan untung dalam berbisnis didunia perobatan dan Indonesia merupakan korban paling parah dalam konspirasi ini. Terang saja hal ini dipengaruhi dengan adanya agen yang mempunyai posisi tertinggi di negara ini yaitu Susilo bambang Yudoyono.
“Mungkin jalan lurus yang ditempuh Soe Hok Gie tidak mudah dipraktekkan alam perjuangan politik. Tapi tanpa menuntu semua orang menjadi seorang Soe Hok Gie, saya hanya berharap bias mengungkapkan anak muda ini sebagai model kemurnian dalam perjuangan. Tidak setiap orang dapat dan harus menjadi Soe Hok Gie. Tetapi dalam kehidupan ini kita membutuhkan orang-orang seperti dia untuk menjadi tanda bahaya yang mengingatkan kita setiap kali kita melakukan kesalahan”.
Sampai kapan Indonesia menjadi Negara korban dan kapan Indonesia akan menjadi actornya? Semua itu di tangan kalian para generasi muda. Generasi baru dan muda ditugaskan untuk mendesak genersi tua pengacau agar menjadi generasi tua berkemajuan. Generasi yang mampu mensiasati dan merumuskan kesejahteraan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan rakyat Indonesia. Kaum yang sadar akan keberadaannya di dunia ini. Mari kawan saatnya kita tutun ke jalan. “Aku bersamamu orang-orang kiri”.
“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

Read more ►
 

Copyright © Goresan Pena Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger