Rabu, 04 April 2012

BONEKA ITU MAHASISWA

0 komentar

Oleh. Rijal A. Mohammadi

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya.. kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Dewasa ini kalian telah dininabobokan dengan kisah-kisah yang kerap kalian sebut pahlawan nasional seperti Imam Bonjol, Diponegoro, Sultan Hasanuddin dsb. Mereka jaya pada masanya, dengan perjuangan mengatas namakan pembebasan dari system imperialism yang mereka rasakan. Entah kenapa kalian kerap menyebut mereka pahlawan nasional, bukankah mereka ada sebelum  Negara Indonesia ini ada. Bagaimana kalau kalian sebut mereka sebagai pahlawan bangsa? Sehingga kalian hanya bisa merasa bangga atas jasa-jasa yang mereka lakukan, tanpa mengambil hikmah darinya. Bagaimana tidak?  Indonesia saat ini memiliki 139 perguruan tinggi belum mampu membuat system pengajaran yang menyadarkan para mahasiswanya akan tugas sebenarnya.
Saat ini kalian hanya pantas dikatakan sebagai kerbau-kerbau muda yang dicoblos hidungnya yang kemudian patuh terhadap apa yang ada didepan kalian. Tanpa menyadari tentang apa itu arti kepekaan social. Pelarajan yang didapatkan dikelas hanya sebagai penopang nilai-nilai kotor. Ironis sekali ketika kaum muda yang diinginkan bangsa ini sebagai agen perubahan hanya bisa menjadi boneka-boneka pelican korporat-korporat bangsat. Kesaksian ini perlu dipertanggungjawabkan, sebut saja salah satu mahasiswa fakultas Ilmu Sosial Politik berinisial “N” beralasan masuk jurusan ini karena sebagai jembatan masuk perusahaan MNC (multy national corporation). Apa yang dapat dibanggakan ketika kita dapat masuk disana? Gajih melimpah? Jabatan yang tinggi? Senang melihat rakyat kecil melarat. Memang kesenangan ini tidak dilambangkan secara langsung tapi perbuatan itu yang mencerminkannya. Usaha-usaha kecil tidak laku dan kalah saing. Sadar atau tidak, undang-undang yang dibuat dan dirumuskan DPR RI memiliki konsultas yang berasal dari warga Negara asing. Seakan undang-undang dibuat untuk kepentingan mereka dan kalian tidak sadar itu atau mungkin membiarkan saja?
Pertama yang penulis lakukan untuk hal ini menyadarkan bagaimana kesalahan ini awet sekali, bagai getah yang menempel dibaju. Ada yang mengatakan lebih dari 300 tahun Indonesia sebelum menjadi Negara telah dijajah Belanda, lewat organisasi yang mereka bawa dengan dalih kerjasama bidang ekonomi yaitu VOC. Mungkin ketika duduk di kelas Sekolah Menengah Pertama kita telah mengetahui bersama apa itu VOC?Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam Negara. Ketika de Houtmanbersaudara tahun 1596 pertama kali tiba di Banten, mereka disambut dengan sangat ramah, demikian juga dengan para pedagang lain, yang setelah itu makin banyak datang ke Jawa, Sumatera dan Maluku.
Tapi sudahlah, saya hanya ingin kalian mengetahui bersama bahwa waktu 300 tahun tidak dikatakan cepat. Waktu lama itu membuat kita paranoid dengan semua hal. Belanda tidak hanya menjarah kekayaan alam Indonesia akan tetapi menjarah mental-mental rakyat pada saat itu sehingga kalian rasakan efeknya sampai saat ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa stasiun televisi menayangkan program-program bule, bukan bulenya yang akan dijadikan sorotan, akan tetapi dalam program tersebut.  Mengapa kalian merasa geli sehingga tertarik melihat bule berjualan bakso, soto atau bahkan menjadi kernek metromini. Kemudian muncul pertanyaan, mengapa seorang bule tidak biasanya mengenakan jabatan seperti itu? Bule identik dengan jas rapi kah? Sepatu pantofel kah?
Sadar atau tidak, kalian sebagai bangsa Indonesia dalam hal ini sudah tertikde dengan yang dinamakan symbol. Ya… symbol dengan jabatan yang ada, symbol dengan seragam yang ia kenakan, begitupun dengan symbol-simbol yang lain. Kalian sebagai kaum terpelajar dengan mudahnya dapat dibodohi dengan bayang-bayang itu.  Bayang-bayang yang selalu merasa gagah didepan lawan jenis. Coba kita gabungkan bersama antara contoh dari mahasiswa yang bangga bekerja di salah satu perusahaan MNC dengan penjelasan saya tentang symbol. Sadar atau tidak, kalian yang mengaku kaum terpelajar dengan memperoleh IP tinggi hanya menjadi korban penjajahan Belanda yang efeknya terasa sampai saat ini.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan perguruan tinggi urutan 16 terbaik seIndonesia belum mampu menjadikan mahasiswanya sebagai mahasiswa yang mempunyai militansi tinggi. Apakah hal ini dikarenakan kehuforiaan seperti yang saya jelaskan sebelumnya? Mahasiswa yang bangga ketika mempunyai pasangan cantik atau tampan, mahasiswa yang ketika males kuliah mengandalkan teman untuk absen, atau mungkin mahasiswa yang bangga memiliki nilai bagus saat ujian dengan hasil mencontek? Penyakit itu yang selalu mengakar dipikiran kalian sebagai manusia. Yang nantinya hanya mampu menjadi penerus generasi-generasi tua pengacau yang pantas ditembak mati dilapangan banteng. Sekali lagi lis, IRONIS sekali. Generasi ini kah yang nantinya menjadi pelangsungdan penyempurna amal usahaMuhammadiyah? Tentu tidak.
Pihak pengajaran seharusnya mensiasati bagaimana fenomena yang terjadi seharusnya tidak terjadi. Penulis hanya mampu menyadarkan kepada semua elemen universitas bahwa penyakit ini sudah kronis. Disamping itu realita yang ditunjukan belum mampu mengangkat alis kita untuk berfikir. Fenomena selanjutnya ketika mahasiswa di mintai argument tentang demonstrasi. Banyak sekali yang menyatakan tidak setuju, karena mereka beranggapan demonstrasi hanya dapat membuat jalan macet, hanya mampu merusak fasilitas umum, hanya mampu berbuat anarkis dijalanan dll. Stetmen seperti itulah yang seharusnya kita benahi bersama bahwa sebelum membahas lebih lanjut kasus ini, mari kita bersama-sama memahami tugas mahasiswa sebenarnya. Sebut saja Prof. Amien Rais dalam perbincangannya di program Kick Andy menyatakan bahwa“tugas mahasiswa itu cumin dua. Pertama, demonstrasi dan kedua, belajar”. Adapun seorang guru bangsa yaitu Prof. Syafe’i Ma’arif dalam perbincangannya diforum diskusi public yang diadakan Majelis Perdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah dengan tema “Menata Ulang Indonesia” menyebutkan bahwa, “penyakit yang dialami negeri ini sudah kronis, maka geraklah mahasiswa”. Atau mungkin dapat kita ambil perkataan seorang aktivis era tahun 50an yaitu Soe Hok Gie dalam catatan hidupnya, kita generasi baru di tugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Kita akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor koruptor tua, kitalah generasi yang memakmurkan Indonesia”.
Terus apa lagi yang ada dibenak kalian semua tentang ini, berdiam dirikah? Sampai kapan Negara kita ini dibodohi oleh Negara asing? Sadarkah kalian generasi muda? Kita generasi muda terbuang. Kita disibukan dengan 75% absensi kelas, kita disibukan dengan menghapal teori-toeri politik kuno, bahkan kita disibukan dengan fatwa akan haramnya rokok. Kalian tahu semua? Itu hanya pembodohan system kawan. Mari bangkit!!!
Kalian tahu, mulai dari penjajahan sampai sekarang ini Negara ini hanya dijadikan boneka oleh Negara-negara besar seperti Uni Sovyet dan Amerika Serikat. Pemberontakan tanggal 30 September yang lebih dikenal G 30S atau aksi GESTAPU. Mengorbankan 6 Jenderal yang tergabung dalam dewan Jenderal (Ahmad Yani, Raden Suprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Siswondo Parman, Donald Isaac Panjaitan dan SutoyoSiswomiharjo) dalam penculikan yang didalangi oleh Soekarno dan PKI. Penculikan itu sebenarnya hanya sebatas pengamanan untuk mengumpulkan ke-6 Jenderal itu, akan tetapi Cakrabirawa yang didalangi PKI itu tak sepenuhnya bersih dan ternyata CIA dalang dari semuanya. Hal ini dilakukan karena Soekarno mengetahui sebelumnya bahwa Dewan Jenderal itu telah menyusun strategi untuk menjatuhkan Soekarno yang dilihat saat itu Soekarno lebih dekat dengan Aidit sebagai pentolan PKI. Kecenderungan PKI ini lebih dekat terhadap pihak Uni Sovyet dan inilah yang ditakuti Amerika Serikat. Memang saat itu Indonesia merupakan korban dari Perang Dingin, Amerika Serikat sendiri dihantui rasa takut jika Indonesia jatuh ditangan Uni Sovyet dan akan menimbulkan Perang Dunia III. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Uni Sovyet saat itu Mikhail Gorbachev, “Indonesia kelak akan menjadi penguasa dunia”. Ketakutan seperti itu yang mendorong Amerika menugaskan CIA untuk mengirimkan agen ke Indonesia dalam pemberontakannya melawan rezim Soekarno yang saat itu membelok ke Uni Sovyet.
Kemudian ditahun 2005 kita dihebohkan dengan isu flu burung yang menjadi musuh bersama saat itu didunia Internasional yang kemudian telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2003. Ini merupakan konspirasi yang dilakukan Amerika Serikat untuk menjadikan Negara-negara bonekanya sebagai bahan praktek termasuk Indonesia. Indonesia saat itu merupakan Negara yang terdapat laboratorium milik Amerika Serikat yang bernama NAMRU-2 (United States NavalMedical Research Unit 2). Loboratorium ini telah ada di Indonesia tanpa surat izin selama lebih 40 tahun untuk riset penyakit. Perseteruan ini terjadi ketika Amerika Serikat meminta hasil riset terkait flu burung atau H5N1 dari Indonesia, akan tetapi Menteri Kesehatan saat itu Siti Fadhila Supari menolak untuk mengirimkannya dan ia mengirim ke badan riset Prancis. Yang kemudian selang beberapa tahun ketika resafel cabinet Siti Fadhila Supari diganti dengan Endang yang mana ia merupakan salah satu peneliti laboratorium MANRU-2. Konspirasi yang dilakukan Amerika Serikat dalam hal ini merupakan pengambilan untung dalam berbisnis didunia perobatan dan Indonesia merupakan korban paling parah dalam konspirasi ini. Terang saja hal ini dipengaruhi dengan adanya agen yang mempunyai posisi tertinggi di negara ini yaitu Susilo bambang Yudoyono.
“Mungkin jalan lurus yang ditempuh Soe Hok Gie tidak mudah dipraktekkan alam perjuangan politik. Tapi tanpa menuntu semua orang menjadi seorang Soe Hok Gie, saya hanya berharap bias mengungkapkan anak muda ini sebagai model kemurnian dalam perjuangan. Tidak setiap orang dapat dan harus menjadi Soe Hok Gie. Tetapi dalam kehidupan ini kita membutuhkan orang-orang seperti dia untuk menjadi tanda bahaya yang mengingatkan kita setiap kali kita melakukan kesalahan”.
Sampai kapan Indonesia menjadi Negara korban dan kapan Indonesia akan menjadi actornya? Semua itu di tangan kalian para generasi muda. Generasi baru dan muda ditugaskan untuk mendesak genersi tua pengacau agar menjadi generasi tua berkemajuan. Generasi yang mampu mensiasati dan merumuskan kesejahteraan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan rakyat Indonesia. Kaum yang sadar akan keberadaannya di dunia ini. Mari kawan saatnya kita tutun ke jalan. “Aku bersamamu orang-orang kiri”.
“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

Read more ►

Minggu, 01 April 2012

YOGYAKARTA BERGEJOLAK, 31/03/2012

0 komentar

Oleh. Rijal A. Mohammadi
Hari ini sabtu tanggal 31 maret 2012 setelah kita mendengar bersama keputusan hasil sidang paripurna DPR RI di hari yang sama pada pukul 02.00 WIB dini hari. Harga BBM tidak jadi dinaikan dengan membentuk undang-undang pasal 7 ayat 6a, dengan rincian tundaan kenaikan harga BBM selama 6 bulan dengan memperhatikan stabilitas harga minyak mentah dunia. Memang ketika melihat proses terbentuknya pasal itu hati kecil saya merintih pilu, karena fenomena ketidak dewasaan para anggota DPR RI saat berlangsungnya persidangan, ditambah dengan ketika adilan Mazuki Ali saat memimpin jalannya persidangan sehingga seluruh fraksi PDIP log out dari sidang.
Hari Jum’at tanggal 30 maret 2012 merupakan hari yang kita tunggu bersama dengan kepastian kenaikan harga BBM. Tetapi semua itu terasa sirna ketika diputuskannya undang-undang pasal 7 ayat 6a. Bagaikan masakan tanpa garam.
Melihat fenomena itu, saya beserta rekan-rekan organisasi pergerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DPD DIY  terpanggil untuk mengadakan aksi demonstrasi penolakan pasal dan menuntut kepastian turunnya harga BBM. Memang dari 1 minggu saya dan rekan-rekan telah menyiapkan aksi menyikapi kenaikan harga BBM ini dengan berdiskusi dan merapatkan teknis lapangan (teklap). Moment yang pas membuat saya dan rekan-rekan mengambil keputusan hari aksi menyikapi kenaikan harga BBM yaitu hari sabtu tanggal 31 maret 2012. Aksi hari itu diawali dengan orator tetap Ikatan Mahasiswa Mhammadiyah Cabang AR Fakhrudin Kota Yogyakarta yaitu saya. Dengan rasa kekecewaan yang saya bawa dalam kalimat pembicaraan saat orasi melihatkan kegundahan hati seorang mahasiswa sebagai agen perubahan umat telah luntur. Orasi selanjutnya diteruskan dengan rekan-rekan IMM yang lain. Hari itu saya ditugaskan untuk menjadi Koordinator Lapangan (korlap) yang kemudian saya diminta wawancara oleh salah satu media masa diantaranya ialah Metro TV dan Media Indonesia. Dengan adanya media masa, usaha saya dan rekan-rekan terbantu. Terbantu untuk membuka hati rakyat dan pikiran rakyat agar bersama turun ke jalan dengan menuntut hak rakyat.
Aksi hari itu saya rasakan berbeda dengan aksi sebelum-belumnya, bukan karena aksi gabungan yang kita lakukan pada akhir aksi. Akan tetapi dengan adanya pembakaran ban mobil dan boneka replika SBY yang kemudian saat itu kita bakar juga. Kemudian diakhir aksi saya dan rekan-rekan pada hari itu salah seorang negosiator kita diajak berdiskusi dengan salah satu korlap masa aksi gabungan antara FMN (Forum Mahasiswa Nasional), FPR (Front Pembela Rakyat) dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) untuk melakukan aksi gabungan saat itu.
Tawaran mereka kami setujui, yang mana aksi gabungan dapat memblokade jalan Malioboro, jalan Ahmad Dahlan, jalan Taman Pintar dan jalan Alun-Alun samapai pukul 14.30 WIB. Saat itu aksi diwarnai dengan hujan lebat dan angin kencang, tetapi kita tetap tegar untuk menuntut hak kami sebagai rakyat yaitu penolakan kenaikan harga BBM. Memang tidak ada aksi yang tidak diwarnai dengan adanya profokasi, profokasi itu hampir sukses dengan membujuk masa aksi untuk membakar kantor polisi dan mobil sedan polisi. Tetapi semua itu alhamdulillah tidak terjadi. Aksi gabungan yang kami lakukan hari itu merupakan aksi damai, damai untuk menunjukan citra mahasiswa bukan sebagai agen perusak masa akan tetapi sebagai agen perubahan yang lebih baik.
Ada dua cerita yang akan saya sampaikan. Pertama, tiga hari sebelum kasi itu dimulai, saya makan siang disalah satu warung makan murah di sekitar kampus. Kemudian si pemilik warung tersebut menanyai saya, “mas, mahasiswa ya?”. Saya menjawab, “iya bu, emang kenapa?”, “kok g  ikut demo sih, pada hal kami warga yang susah ini berharap kepada kalian”. Kedua, satu hari sebelum kasi itu dimulai. Salah satu mata kuliah yang saya ambil semester ini dosennya mengadakan quist, saat qiust berjalan sang dosen itu berbicara kepada saya dan teman-teman dikelas, “kalau udah selesai kita koreksi bersama”. Kemudian rekan saya organisasi pergerakan mengajukan interupsi kepada sang dosen, “pak, aku ada teklap untuk aksi besok”. Sang dosen pun berkata, ”ya kalo yang ikut aksi silahkan meninggalkan kelas setelah quist selesai, dan jika ada diantara kalian yang terluka bisa tidak mengikuti mata kuliah saya dan saya kasih nilai A”. kebetulan ada dua rekan saya yang satu kelas saat itu, rekan satu telah keluar dan rekan dua keluar juga, kemudian diterusan saya yang memohaon ijin saat itu. Secara serentak teman-teman mahasiswa dikelas itu berteriak, “wuuuuhhhhh”. Spontan saja saya merasa emosi dan kemudian berkata, “saya harap teman-teman dikelas ini sadar akan pesisi kalian sebagai mahasiswa, bukan hanya belajar dikelas dan tidur di kost terus main hura-hura”. Saat itu juga teman-teman terdiam setelah mendengar perkataan saya.
Saya terpaksa dan berusaha membandingkan dua contoh cerita yang saya alami diatas. Begitu miris melihat mayorita mahasiswa dilumuti sifat apatis dan oportunis. Siapa dan apa yang perlu dipersalahkan untuk sistem didunia perkuliahan. Sesekali saya membayangkan jika mahasiswa seperti itu hanya akan menjadi penerus para koruptor dan kualisator partai politik, kemudian pergantian fase-fase itu ada.
Untuk mengakhiri tulisan saya hari ini, saya akan bersama-sama pembaca untuk secara sadar melihat fenomena yang terjadi dewasa ini. Terutama mahasiswa yang merupakan sebagai agen perubahan, agar bersama selalu peka terhadap isu-isu yang berkembang dewasa ini, agar kemudian ilmu yang didapat diperkuliahan dapan diaplikasikan dengan benar kepada masyarakat. Ucapan terima kasih tiada tara kepada seluruh element yang turut andil pada aksi hari ini. FMN, FPR, HMI, IMM dll.

Read more ►

Sabtu, 31 Maret 2012

Rampok Negeri Ini Kawan

0 komentar

Dulu bapak pergi melaut
tangannya bagaikan bau pelatuk camar
Raut wajah kusut bagai ikonografi terendam air raksa
Tangan dipenuhi ijtihad-ijtihat malaikat suci nan putih
"Sekarang bapak tidak lagi akan lagi seperti ini", ujar bibir bisik penuh makna.
Air laut kini menguning bagai bak air rendaman putung tembakau
Alasan apa yang mereka lontarkan kepada telinga-telinga imut nan lucu
Jangan salahkan kami ketika kami terbentuk bagai mental tempe yang lepek
Kokoh tulang dibayar dengan segempal garam produksi mamaku
Tulang bak keropos bagai onani sejarah nenek moyang
"April esok bapak mulai sakit nak"
Rasa sakit melihat kecambuk kolonialisme merambat di negeri pertiwi
Pasrah dengan merampas milik ibu negeri
Akan kolonialisme terulang kembali???
Langit-langit rembesan penuh bau ketiak birokrat kucingan
Tak lagi guna ayat Qur'ani
Tak lagi guna tombak dan batu kerikil
Mereka ingin anak-anak kami menjadi bodoh dengan mengidap katarak ideologi patriotisme
Pantas saja mereka merasa ma'sum didepannya
Nurani meyakini semua itu hanya semu.

Read more ►

Senin, 26 Maret 2012

Press Realist Tentang Demontrasi Penolakan Kenaikan Harga BBM

0 komentar

Oleh. Rijal A. Mohammadi
Dengan wajah yang berbeda, tiran selalu memiliki banyak cara untuk hadir dalam kehidupan. Dulu, ia berperan dengan topeng penjajah kolonial. Ia juga pernah menjelma menjadi sosok Hitler dan Stalin yang telah membunuh jutaan korban. Di negeri ini, belum hilang dari ingatan sejarah kelam 32 tahun kita dipimpin rezim orde baru yang bertindak sewenang-wenang.
Seberbeda apapun, selalu ada sebuah kesamaan diantara mereka. Kebaikan dan kepentingan yang lebih besar digunakan sebagai dalih untuk melakukan penindasan. Ditambah satu ciri yang lain, tangisan penderitaan tak lagi didengar dan nurani diabaikan.
Belum lama bangsa ini menikmati euforia reformasi, sejarah kembali berulang. Laku menindas dan kesewenang-wenangan kembali terjadi. Lagi, harga minyak yang menjadi penggerak mesin perekonomian dan kehidupan rakyat dinaikan. Penyelamatan APBN menjadi alasan, subsidi harus dicabut dan tak mengapa rakyat menjadi korban.
Sebuah alasan, atau hanya dalih kebohongan? Pemerintah terus mengatakan bahwa BBM harus dinaikan karena harga minyak bumi internasional beringsut naik. Sebuah pernyataan yang harus dipertanyakan tentunya.
Mungkin asumsi itu benar, jika seluruh kebutuhan minyak bumi kita 100% dari impor. Tapi faktanya, produksi minyak kita mencapai 930 ribu barel per hari. Kita “hanya” mengimpor minyak 300ribu barel per hari. Sehingga asumsinya, harga BBM yang mengikuti harga minyak global tidak seluruh kebutuhan kita, melainkan 300 ribu barel tersebut.
Sekian lama kita dicuci otak dan dibuat lupa kalau kita masih memproduksi minyak bumi. Menurut perhitungan oleh ekonom Kwik Kian Gie, tidak benar jika subsidi pemerintah meningkat. Pemerintah telah mengatakan hal yang tidak benar kepada rakyat dengan mengatakan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 126 triliun. Mereka malah mengambil untung dari penjualan BBM Rp. 97,939 triliun per tahun (sebagai dana bagi hasil APBN). Dengan menaikkan premium menjadi Rp. 6.000 per liter, pemerintah akan mendapat keuntungan yang lebih besar lagi, Rp. 192,455 triliun.
Itu merupakan perhitungan ekonomi murni, tanpa mempertimbangkan persoalan-persoalan lain termasuk mengenai mafia minyak di Pertamina. PT. Petral, anak perusahaan yang bergerak di bidang distribusi minyak, diduga kuat memainkan harga minyak nasional. Dan tentu saja rakyat yang akan dirugikan. Belum lagi persoalan korupsi yang sedang mennimpa petinggi-petinggi partai berkuasa. Tak hanya mencederai, ditengah krisis keteladanan dan kepemimpinan nasional, perasaan rakyat akan semakin hancur lebur jika harga BBM jadi dinaikan.
Entah apa yang ada di pikiran pemimpin (baca: presiden) kita. Mungkin kegalauan dan ke’alay’an telah benar-benar merasuk ke dalam benaknya. Dengan tatapan mata yang datar, retorika yang penuh keluh kesah, mimik wajah yang pesimis, dan pidato yang membosankan, tergambar jelas masa depan negeri kita yang penuh dengan kusuraman.
Perhitungan harga BBM adalah penuh kebohongan sehingga tidak boleh dinaikan. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Pesimis dan putus asa jelas bukan pilihan. Terus lawan dan tetap berjuang. Sejarah pasti berpihak pada kebenaran, dan cepat atau lambat para tiran pasti akan tumbang.
Bersama aksi ini, IMM Cabang AR Fakhruddin kota Yogyakarta dengan menuntut dan menyatakan sikap:
1.                Tolak kenaikan harga BBM
2.                Transparansi dalam perhitungan penentuan harga BBM
3.                Cabutan UU Migas nomor 22 tahun 2001
4.                Bubarkan PT.Petral dan usut tuntas mafia minyak di Pertamina
5.                Nasionalisasi eksplorasi migas nasional yang dikuasai asing
6.                Tolak SPBU asing di Indonesia
7.                Menyerukan kepada seluruh rakyat dan elemen mahasiswa untuk turun ke jalan dan menyuarakan aksi penolakan kenaikan harga BBM
Demikian pernyataan sikap ini kami buat. Jika tuntutan kami tidak ditanggapi dan dipenuhi, kami akan turun aksi kembali dengan masa aksi yang jauh lebih besar.
BillaahiFiiSabiililHaq
FastabiqulKhairaat

Read more ►

Senin, 19 Maret 2012

Untukmu Bung SBY

0 komentar

Bismillahirahmanirahiim
Kadang saya berfikir ketika membaca buku tulisan Pak Amin Rais tentang Gerakan Politik Muhammadiyah, disana tertera bahwa Indonesia mempunyai pendapatan perkapita berkisar USD 1.000, itu semua kalah dengan Negara tetangga Malaysia yang sering kita olok-olok mempunyai pendapatan perkapita USD 3.115 begitupun dengan Thailand USD 1.905. Miris sekali melihatnya bung, padahal melihat Sumber Daya Alam dari tiga Negara itu Indonesialah yang terkaya untuk masalah Sumber Daya Alam tapi ironisnya bisa kita lihat bersama. Rendah bung.
Surat ini dikhususkan untuk Presiden saya yang tercinta bung SBY.
Bung SBY,
Apa kita masih terlena dengan jajahan yang dilakukan Belanda selama 350 tahun, memang Belanda telah mengeruk dua dimensi unsure yang berharga dalam jati diri bangsa ini yang mana itu menjadi hantu yang menghantui bagi kita. Pertama, Sumber Daya Alam yang dikeruk habis dengan andil persatuan dagang VOC. Saya rela rempah-rempah bangsa ini dikeruk habis oleh mereka bung, karena saya tahu mereka bangsa yang miskin akan hal kekayaan itu. Anggaplah itu sebagai sadaqah bagi mereka. Kedua, mentalitas bangsa ini yang dikeruk pula sehingga menjatuhkan rasa percaya diri untuk maju. Tidak salah dan heran bung, ketika masyarakat bangsa ini lebih bangga dengan pakaian yang serba symbol(seragam, jabatan, dll) bertengger dibahunya. Kemudian apa kita salah bung ketika bangsa ini bermimpi ingin maju tapi tetap terhantui dengan baying-banyang kegelisan yang dialami nenek moyang kita? Semua itu kita serahkan kepadamu bung sebagai imam bangsa ini.
Bung SBY,
Bung kemudian saya berfikir tentang imam bangsa ini dari fase ke fase. Tapi sebenarnya saya tidak mau mengatakannya melalui tulisan ini, memang hati kecil tidak bisa di bohongi bung. Presiden pertama yang haus akan wanita, presiden kedua yang takut akan wanita, presiden ketiga yang setia akan wanita, presiden keempat yang tidak dapat hidup tanpa wanita, presiden kelima yang seorang wanita, kemudian presiden keenam yang berhati wanita. Lihat bung, surat ini hanya sebongkah catatan tiada arti yang mengharap iba darimu bung. Bung dulunya kami berharap ketika bangsa ini dipimpin olehmu bung akan lebih baik lagi, terlepas dari yang namanya penculikan diam-diam rakyat Indonesia yang membangkang. Terlepas pula dari pemisahan pulau-pulau yang strategis untuk memerdekakan diri, terlepas dari liquiditas Negara, terlepas dari krismon, dan terlepas dari tali kutang ibumu (konotasi).
Bung SBY,
Bung bangga rasanya saya seorang muslim yang hidup dinegara mayoritas penduduknya muslim (walau memang semua itu identitas KTP). Dua elemen dakwah umat muslim yang tertera dalam Surat Ali Imran: 104 sudah ada di negeri ini. Amar ma’ruf (Muhammadiyah dan Nahdhatul ‘ulama) dan Nahyi Mungkar (MMI dan FPI). Tetapi ironis hati ini melihat pembantaian besar-besaran yang dialami saudara- saudara muslim saya di Poso dan Ambon. Bung memang pada saat itu namamu belum sempat bertengger di pimpinan besar bangsa ini, tapi apakah kita hanya berdiam diri dengan sejarah kelam dari berbagai decade. Sebenarnya bosan saya bbung menulis surat seperti ini untukmu bung yang nantinya hanya di jadikan alas gorengan diwarung-warung dekat rumahmu yang di Cikeas. Kemudian saya sadar sebagai mahasiswa yang kerjanya tidak hanya demo dan kisruh di pinggir jalan tetapi menulis surat kegundahan hati rakyat seperti ini.
Bung SBY,
April esok kita melihat realita kenaikan BBM di negeri ini, alasan apapun itu bung untuk mengatasi inflasi lah, untuk menghindaari liquiditas lah. Sebenarnya saya dan rekan-rekan mahasiswa tidak peduli dengan hal itu. Toh saya hidup di pulau jawa yang sebagai pusat industry dan infrastruktur negeri ini. Saya hanya takut image anda bung di depan rakyat ini semakin jatuh dan menjongkok. Iya memang semua itu berkat bawahanmu yang korup bung, kita klihat si jendral pajak Gayus Tambunan di susul dengan Danha Widyatmika. Semua itu hanya penggrogot matamu yang telah lapuk dimakan usia, pengisi perutmu yang semakin buncit oleh uang-uang rakyat yang mereka makan.
Bung apa kamu tidak letih matamu melihat rakyat mengantri BBM dan sembako dari sabang sampai meraoke? Tidak lelah telingamu mendengar hujatan rakyat kepadamu? Tidak kah sukar otakmu memikirkan nasib rakyat yang menggeludak pengangguran di bbbbumi pertiwi ini?
Pertanyaan-pertanyaan sepele yang selalu mengusik pikiran saya ketika saya hendak tidur dimalam hari dengan menyerahkan hidup kepada sang Rabbi.
Bung SBY,
Sebenarnya hati ini tak kuasa untuk menangis melihat antrian sembako, BBM dan BLT di pedesaan dinegeri ini. Tetapi saya hanya seorang mahasiswa perantau di negeri Gudeg, yang berusaha mempelajari cita rasa bibir yang selalu menghujat kepadamu. Teringat sudah nyanyian Bang Iwan fals tentang anaknya GALANG RAMBU ANARKI. “BBM naik tinggi, susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, bayi kami kurang gizi”. Saya hanya berharap orang pintar ini bukan kamu bung. Orang pintar yang bisa menduplikat kwitansi keuangan Negara, orang pintar yang bernegosiasi dengan investor asing dalam PTnya di negeri ini. Kemudian dengan penutup surat ini saya hanya berharap dengarkan suara kami “Wahai presiden kami yang baru tolong kamu dengar suara ini” – Iwan Fals song 

Read more ►

Goes to Wonosobo

0 komentar

       Hari itu tanggal 07 Februari 2011 aku beserta segenap teman 84 berangkat untuk berkunjung dan berta'ziah ke rumah teman seperjuangan kita selama 6 tahun di kota Wonosobo. Sebelum berangkat kita pripare dulu di rumah saudara Oby yang terletak di sekitar Taman Tirto Nirmolo Bantul, aku berangkat dari rumah jam 09. 38. Jam itu aku kira sudah terlambat untuk berangkat bersama ke Wonosobo, ternyata tidak. Aku malah menjadi salah satu yang pertama datang ke rumah Oby.
       Jam 11 siang kita berangkat dari kediaman saudara Oby, dengan pakaian dan perlengkapan seadanya kami niatkan karena Allah SWT. Waktu itu aku berangkat dengan seorang teman aku yang bernama Wafi dan akrab dipanggil Arnodl, sebelumnya aku berniat untuk berangkat sendirian karena aku mempertimbangkan body aku yang besar dan motor yang aku gunakan kecil. Tapi karena posisi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk berangkat sendiri akhirnya aku berboncengan dengan Wafi.
       Berangkat dari kediaman saudara Oby kami melewati jalur selatan yang mana kita menyusuri kota - kota sekitarnya seperti Kulonprogo dan Purworejo. Ada hal yang begitu menarik saat perjalanan yaitu kita saling balap membalapi akan tetapi kita saling tunggu menunggui sehingga kita terasa lelah saat di perjalanan dan bahkan kita disaat menunggu teman yang tertinggal karena kondisi motor yang kurang baik kita menyempatkan untuk istirahat dan berokok ria. Memang perjalan itu sungguh mengasikkan karena kita tidak merasa lelah sedikitpun.
       Saat memasuki kota Wonosobo, perjalanan pun begitu menantang karena faktor jalan yang begitu extrime, jalan yang berlik membuat andrenaline kita terpacu ditambah dengan mobil - mobil besar yang menghalangi kita saat diperjalanan, memang mobil yang ada tidak sebesar mobil - mobil disaat perjalanan aku pulang ke Serang, akan tetapi mobil - mobil tersebut membawa banyak longgahan kayu besar, sehingga membuat kami berfikir 2 kali untuk menyelipnya.
Jam 14.00 kita sampai dikediaman rumah Samsul, disana kami disambut dengan hangat oleh keluarganya tercinta. saat pertama tiba kami bersalaman dengan kreabat samsul yang ada disana, dan lanjutkan dengan acara silaturrahmi yang dipimpin oleh saudara Hafiz, yang disusul sambutan dari pihak angkatan 84 yang dibawakan oleh sadara Majid dan pihak keluarga Samsul yang dibawakan oleh bapak saudara Samsul dan saudara Samsul sendiri. Dilanjutkan dengan ta'ziah ke makam ibu dari saudara Samsul, medan yang dilalui kita sungguh extrime juga karena jalan yang licin dan naik, tapi halangan ini tidak mengecilkan tekad kita yang ingin maju terus pantang mundur (lebay ah...).
       Selanjutnya pada jam 14.47 kita berpamitan dengan keluarga Samsul dan kita pun pulang dengan melalui jalur utara dari kota Magelang. Di jalan terdapat yang fenomena yang sangat lucu, karena jalan kita lalui begitu extrime dibanding jalur selatan yang pertama kita lalui. Tanjakan yang tajam membuat motor - motor kita harus kerja extra untuk melaluinya dan ada motor teman aku yang tidak tahu kenapa dia tidak dapat menaiki jalan tersebut dan mungkin karena faktor motor yang sudah tua atau faktor yang orang mengendarainya. Melewati kota Magelang kita dilihati bebatuan besar yang menghambat sungai disepinggir jalan, begitu pun dengan pasirnya. Ya, memang itu faktor akibat dari lahar dingin gunung Merapi. Fenomena seperti ini sengguh menyentuh hatiku karena rumah - rumah menjadi hancur akibanya.
       Jam 16.58 pun kita sampai dikediaman saudara Oby dan aku dilanjutkan menuju ke kantor PD IPM Kota Yogyakarta untuk rapat fasilitator PK TM 2 yang tidak lama lagi diaadakan. Oke terima kasih itu dia sekelumit tentang pengalaman yang begitu mengasikan bersama teman - teman.

Read more ►

Jumat, 16 Maret 2012

Surat Untuk Calon Istriku

1 komentar



Bismilahirrahmanirrahim..

Hai puanku, bila saatnya tiba kau baca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup punggung tanganku untuk yang pertama kali di hadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu, sahabatku, adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai Izrail menghampiri kita.

Perempuanku, jangan kaget bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah bertemu. Saat di alam ruh. Allah telah memilihkan kamu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita. Aku ingin berikan kau satu lagi: sebuah mukjizat Nabi terakhir. Alquranul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Alquranul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat - ayat suci kepada anak - anak kita nanti. Alquranul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Alquranul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau seayat sayang, aku pasti akan merindukan suara bidadariku bernyanyi: Kau mengaji.

Sayang, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu, mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang akhirnya ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi puanku, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Cinta, izinkanlah aku nanti, sebelum kuucapkan ijab qabul pernikahan kita yang disahkan para saksi, kulantunkan selarik ayat suci: An Nisa. 34, sebagai janjiku yang akan selalu melindungimu atas nama laki - laki. Sebagaimana Allah telah mewahyukan ayat itu kepada Muhammad nabi kita.

Hei wanitaku, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau amini Al-Fatihahku yang pertama kali, setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu jadi pengingatku. Aku hanya manusia yang terkadang lupa, sering melakukan salah, dan laki – laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: ‘Maukah kau lakukan itu untukku?’ Demi apa pun, apalah arti dunia jika aku melihat air matamu. Kan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu hei Batariku.

Hei bidadariku, aku berjanji, tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan Rasulullah. Saat kau menjadi istriku nanti, akan kujadikan kau satu – satunya di dunia dan akhirat. Seperti halnya Sayidina Ali Radliallahuanhu menjadikan Fatimah Az Zahra satu – satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku mencari rezeki. Selama masih keluar keringat kuperas dari tubuhku, selama masih kuat kubanting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak – anak kita kelaparan dan kehausan. Kupastikan kalian tak akan pernah kekurangan cintaku, sayang.

Jelita, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang shalehah, dan kan kutanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila nanti kau dipanggil lebih dulu oleh Pemilikmu yang sebenar – benarnya, aku masih bisa melihat kamu dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan kutempa dia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisiNya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.

Manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak kan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Kan kulakukan tiap aku hendak bekerja, atau tiap kali aku pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: I love you. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali kan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan menciummu setiap hari, sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah. Syaitan pun tak kan pernah berhenti merusak hidup manusia sampai kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan kupaksa ‘tuk luruskan engkau hingga patah, dan tak akan pula kubiarkan engkau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu.

Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di tiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput tlah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan tetap memelukmu.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti bisikkan nama Allah di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar – benar mencabut ruh dari ragaku. Sudah kubilang: Apalah arti dunia jika aku melihat air matamu.
Tenanglah kasih, batu nisan memang akan pisahkan dunia kita nanti, tapi dia tak akan mampu pisahkan cinta kita. Aku mencintaimu tak hanya di dunia.

Semoga Allah mengabulkan doa di tiap sujudku, agar pernikahan kita tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surgaNya. Amin…
Aku mencintaimu karena Allah, bidadari surgaku

Calon Imam hidupmu

Read more ►
 

Copyright © Goresan Pena Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger